Matriks Profil Kompetitif (CPM)
Yulina Astuti/ 19 april 2019
Matriks Profil Kompetitif (CPM)
adalah alat yang membandingkan perusahaan dan para pesaingnya dan mengungkapkan
kekuatan dan kelemahan relatif yang dimiliki perusahaan.
Analisis ini mengungkapkan kekuatan
dan kelemahan relative perusahaan terhadap para pesaingnya, CPM
mengidentifikasi pesaing uatama perusahaan dan membandingkannya dengan
menggunakan faktor penentu keberhasilan industri. Perusahaan akan tahu bidang
mana yang harus ditingkatkan dan bidang mana yang harus dilindungi.
Faktor Sukses Kritis factor
Kebrhasilan kritis (CSF) adalah
bidang utama, yang harus dlakukan pada tingkat keunggulan setinggi mungkin jika
organisasi ingin berhasil dalam industry tertentu. Semakin banyak factor keberhasilan
yang kritis, semakin kuat dan akurat analisisnya.
Bobot
Setiap factor penentu keberhasilan
harus diberikan bobot mulai dari 0,0 (kepentingan rendah) hingga 1,0
(kepentingan tinggi). Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya factor dalam
keberhasilan di industry. Jika tidak ada bobot yang ditetapkan semua factor akan
sama pentingnya, yang merupakan scenario mustahil di dunia nyata. Jumlah semua
bobot harus sama dengan 1,0. Factor – factor yang terpisah tidak boleh terlalu
ditekankan (memberikan bobot 0,3 atau lebih) karena keberhasilan dalam suatu industry
jarang ditentukan oelh satu atau beberapa factor.
Peringkat
Dalam CPM mengacu pada seberapa baik
kinerja perusahaan di setiap bidang. Berkisar dari 4 hingga 1, dimana 4 berarti
kekuatan utama, 3 kekuatan kecil, 2 kelemahan kecil dan 1 kelemahan utama. Peringkat
serta bobot diberikan secara subyektif untuk masing – masing perusahaan, tetapi
prosesnya dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui benchmarking. Benchmarking
mengungkapkan seberapa baik kinerja perusahaan dibandingkan satu sama lain atau
rata – rata industry.
Skor
Adalah hasil dari berat dikalikan
dengan peringkat. Setiap perusahaan menerima skor pada setiap faktor. Skor total
hanyanya jumlah dari semua skor individu untuk perusahaan. Perusahaan yang
menerima skor tertinggi relative lebih kuat daripada para pesaingnya.
Manfaat CPM
Factor yang sama digunakan untuk
membandingkan perusahaan. Ini membuat perbandingan lebih akurat
Analisis menampilkan informasi pada
matriks, yang membuatnya mudah untuk membandingkan perusahaan secara visual
Hasil dari matriks memfasilitasi
pengambilan keputusan. Perusahaan dapat dengan mudah memutuskan bidang mana
yang harus mereka perkuat, lindungi atau strategi apa yang harus mereka kejar.