PENGERTIAN KUALITAS
Pengertian kualitas
mempunyai cakupan yang sangat luas, relative dan berbeda – beda tergantung dari
kriteria dari penilaian akhir konsumen dan produsen sebagai pihak yang
menciptakan kualitas. Definisi kualitas dapat diartikan dari dua perspektif,
yaitu dari sisi konsumen dan dari sisi produsen. Pada dasarnya konsep kualitas
dianggap sebagai kesesuaian dari keseluruhan ciri – ciri atau karakteristik
suatu produk yang diharapkan oleh konsumen.
American society For Quality
yang
dikutip (Mould, Heizer, & Render, 2006): Quality is the totality of features and
characteristic of a product or service that bears on it’s ability to satify
stated or implied need”.
Artinya
Kualitas adalah keseluruhan corak dan karakteristik dari produk atau jasa yang
berkemampuan untuk memenuhi kebutuhan yang tampak jelas maupun tersembunyi.
(Juran, Godfrey, Hoogstoel, & Schilling, 1998) Quality is fitness for use yang bisa diterjemahkan secara bebas berarti
kualitas berkaitan dengan enaknya barang tersebut digunakan.
Menurut
(Crosby, 1979) dalam bukunya yang
berjudul Quality is free mengatakan
bahwa kualitas adalah conformance to requirement yaitu sesuai dengan yang diisyaratkan atau
distandarkan. Maksudnya adalah suatu produk memiliki kaulitas apabila sesuai
dengan standar kualitas yang telah ditentukan.
(Deming & Edwards, 1982) menyatakan bahwa
kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar.
Sedangkan
menurut (Prawirosentono, 2008) kualitas suatu produk adalah keadaan fisik,
fungsi, dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan
kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai uang yang telah dikeluarkan.
Kualitas
yang baik dari sudut pandang produsen adalah
produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan telah sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan oleh perusahaan. Sementara kualitas yang jelek adalah
apabila produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi standar yang
telah ditentukan serta menghasilkan produk rusak.
Sementara
kualitas dari sudut pandang konsumen jika produk yang dibeli sesuai dengan
keinginan, memiliki manfaat yang sesuai dengan kebutuhan dan setara dengan
pengorbanan yang dikeluarkan oleh konsumen. Apabila kualitas tidak dapat
memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen maka produk tersebut dianggap
memiliki kualitas yang jelek.
Pada
dasarnya definisi kualitas memiliki beberapa persamaan yaitu
- Kualitas mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
- Kualitas mencakup produk, tenaga kerja , proses dan lingkungan
- Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah
Suatu produk yang handal harus
multidemensi maksudnya dapat memberikan kepuasan dan nilai manfaat yang besar
bagi konsumen dengan berbagai cara. Kualitas juga harus memiliki ukuran yang
bersifat kualitatif seperti warna yang unik dan bentuk yang menarik.
Sumber
referensi
Crosby, P. B. (1979). Quality is free:
The art of making quality certain. In McGrawHill.
Deming, W. E., & Edwards, D. W.
(1982). Quality, productivity, and competitive position. Quality and
Reliability Engineering International.
https://doi.org/10.1002/qre.4680020421
Juran, J. M., Godfrey, A. B., Hoogstoel,
R. E., & Schilling, E. G. (1998). Juran’s Quality Handbook. In McGrawHill.
https://doi.org/10.1108/09684879310045286
Mould, G., Heizer, J., & Render, B.
(2006). Production and Operations Management: Strategies and Tactics (3rd
Edition). The Journal of the Operational Research Society.
https://doi.org/10.2307/2584398
Prawirosentono, S. (2008). Kebijakan
Kinerja Karyawan. In Journal of Experimental Psychology: General.
https://doi.org/10.1117/12.793473