-->

    Social Items

PRODUCT





Semua orang pasti Tahu apa itu PRODUCT. Product itu ada yang berupa barang ada yang berbentuk jasa. Untuk lebih jelasnya mari kita sama – sama mempelajari apa itu PRODUCT.

Kotler, Amstrong And Opresnik (2018) a product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use, or consumption that might satisfy a want or need. (suatu produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan).

Produk itu bukan hanya sekedar benda berwujud , seperti Mobil, Pakaian atau ponsel. Produk juga mencakup layanan, acara, orang, tempat, organisasi, dan ide atau gabungan dari semua itu. iPhone Apple, toyota Camry, Caffe Mocha di Starbucks adalah produk begitu juga akun Instagram dan saran dari dokter berupa produk.

Sementara Produk dapat berupa layanan. Layanan (Service) are a form of product that consists of activities, benefits, or satisfactions offered for sale that are essentially intangible and do not result in the ownership of anything ( suatu bentuk produk yang terdiri dari kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikkan apapun. Contohnya Perbankan, hotel, Maskapai, dsb.

Produk merupakan elemen kunci dalam penawaran pasar secara keseluruhan. Perencanaan bauran pemasaran dimulai dengan membangun penawaran yang membawa nilai bagi pelanggan. Penawaran ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk membangun hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan.

Product

Semua orang pasti Tahu apa itu PRODUCT. Product itu ada yang berupa barang ada yang berbentuk jasa. Untuk lebih jelasnya mari kita sama – sama mempelajari apa itu PRODUCT.
Kotler and Amstrong (2017) a product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use, or consumption that might satisfy a want or need. (suatu produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan).

Produk itu bukan hanya sekedar benda berwujud , seperti Mobil, Pakaian atau ponsel. Produk juga mencakup layanan, acara, orang, tempat, organisasi, dan ide atau gabungan dari semua itu. iPhone Apple, toyota Camry, Caffe Mocha di Starbucks adalah produk begitu juga akun Instagram dan saran dari dokter berupa produk.

Sementara Produk dapat berupa layanan. Layanan (Service) are a form of product that consists of activities, benefits, or satisfactions offered for sale that are essentially intangible and do not result in the ownership of anything ( suatu bentuk produk yang terdiri dari kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikkan apapun.
Contohnya Perbankan, hotel, Maskapai, dsb.

Produk merupakan elemen kunci dalam penawaran pasar secara keseluruhan. Perencanaan bauran pemasaran dimulai dengan membangun penawaran yang membawa nilai bagi pelanggan. Penawaran ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk membangun hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan.

Tingkatan Produk dan Layanan

Perencana produk perlu memikirkan produk dan layanan pada tiga tingkatan (gambar terlampir) setiap level tingkatan menambah lebih banyak nilai pelanggan. Level paling dasar adalah nilai pelanggan, yang menjawab pertanyaan: apa yang sebenarnya dibeli pembeli? Saat merancang produk pemasar harus terlebih dahulu menentukan inti, manfaat atau layanan pemecahan masalah yang dicari konsumen.
Misalnya ; seorang wanita yang membeli lipstik bukan hanya membeli lipstik semata tetapi lebih dari membeli warna bibir, Charles Revson dari Revlon melihat ini lebih awal.” Di pabrik kami membuat kosmetik di toko kami menjual harapan.
Dan orang – orang yang membeli iPad Apple membeli lebih sekedar komputer tablet. Mereka membeli hiburan, ekspresi diri, produktivitas, dan konektivitas dengan teman dan keluarga.

 Pada tingkat kedua. Perencana produk harus mengubah produk tamabahn manfaat inti menjadi produk yang sebenarnya. Mereka perlu mengembbangkan fitur produk layanan, desain, tingkat kualitas, nama merek, dan pengemasan.
Misalnya iPad adalah produk yang sebenarnya. Namanya, suku cadang, gaya, sistem operasi, fitur , pengemasan, dan atribut lainnya semuanya telah digabungkan dengan hati – hati untuk memberikan nilai pelanggan inti.

Perencana produk juga harus membangun produk tambahan di sekitar manfaat inti dan produk aktual dengan menawarkan layanan dan manfaat konsumen tambahan. iPad lebih sekedar perangkat digital, tetapi iPad juga memberikan solusi konektivitas lengkap, jadi konsumen membeli iPad Apple juga membeli garansi suku cadang, layanan perbaikan cepat bila diperlukan, dan situs web dan selular untuk digunakan jika konsumen memiliki masalah atau pertanyaan. Apple juga menyediakan akses ke berbagai macam aplikasi dan aksesoris seperti foto, musik, kalender, kontak, dan konten lainnya.

Konsumen melihat produk sebagai kumpulan manfaat kompleks yang memuaskan kebutuhan mereka. Saat mengembangkan produk pemasar pertama – pertama harus mengidentifikasi nilai pelanggan inti yang dicari konsumen dari produk tersebut. Mereka kemudian harus merancang produk yang sebenarnya dan menemukan cara untuk menambahnya untuk menciptakan nilai pelanggan dan pengalaman merek yang memuaskan.

Perencana produk perlu memikirkan produk dan layanan pada tiga tingkatan (gambar terlampir) setiap level tingkatan menambah lebih banyak nilai pelanggan. Level paling dasar adalah nilai pelanggan, yang menjawab pertanyaan: apa yang sebenarnya dibeli pembeli? Saat merancang produk pemasar harus terlebih dahulu menentukan inti, manfaat atau layanan pemecahan masalah yang dicari konsumen.
Misalnya ; seorang wanita yang membeli lipstik bukan hanya membeli lipstik semata tetapi lebih dari membeli warna bibir, Charles Revson dari Revlon melihat ini lebih awal.” Di pabrik kami membuat kosmetik di toko kami menjual harapan.
Dan orang – orang yang membeli iPad Apple membeli lebih sekedar komputer tablet. Mereka membeli hiburan, ekspresi diri, produktivitas, dan konektivitas dengan teman dan keluarga.
 Pada tingkat kedua. Perencana produk harus mengubah produk tamabahn manfaat inti menjadi produk yang sebenarnya. Mereka perlu mengembbangkan fitur produk layanan, desain, tingkat kualitas, nama merek, dan pengemasan.
Misalnya iPad adalah produk yang sebenarnya. Namanya, suku cadang, gaya, sistem operasi, fitur , pengemasan, dan atribut lainnya semuanya telah digabungkan dengan hati – hati untuk memberikan nilai pelanggan inti.

Perencana produk juga harus membangun produk tambahan di sekitar manfaat inti dan produk aktual dengan menawarkan layanan dan manfaat konsumen tambahan. iPad lebih sekedar perangkat digital, tetapi iPad juga memberikan solusi konektivitas lengkap, jadi konsumen membeli iPad Apple juga membeli garansi suku cadang, layanan perbaikan cepat bila diperlukan, dan situs web dan selular untuk digunakan jika konsumen memiliki masalah atau pertanyaan. Apple juga menyediakan akses ke berbagai macam aplikasi dan aksesoris seperti foto, musik, kalender, kontak, dan konten lainnya.

Konsumen melihat produk sebagai kumpulan manfaat kompleks yang memuaskan kebutuhan mereka. Saat mengembangkan produk pemasar pertama – pertama harus mengidentifikasi nilai pelanggan inti yang dicari konsumen dari produk tersebut. Mereka kemudian harus merancang produk yang sebenarnya dan menemukan cara untuk menambahnya untuk menciptakan nilai pelanggan dan pengalaman merek yang memuaskan.

Sumber : 
Kotler, Philip, Amstrong, Gary & Opresnik, Marc Oliver, (2018), Principles of MARKETING,  Pearson Education Limited .

Related Post

Load Comments

Subscribe Our Newsletter

close