-->

    Social Items

Mengenal Gangguan Spektrum Autisme (GSA)


Mengenal Gangguan Spektrum Autisme (GSA)

Salam para Parent, postingan kali ini tentang tumbuh kembang anak kita,, tentu Para parents taka sing dengan yang namanya Autisme. Tapi kali ini kita akan coba membahas tentang gangguan spectrum Autisme (GSA) atau yang disebut juga dengan autism spectrum disorder (ASD).

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan perkembangan otak anak.

Apa akibat yang ditimbulkan dari autism spectrum disorder (ASD) ini?

Anak yang terkena gejala ini akan mempengaruhi kemampuannya dalam bersosialisasi, berkomunikasi, dan berperilaku.

Kondisi yang termasuk dalam spectrum ini antara lain autism, sindrom Asperger, sindrom heller, dan gangguan perkembangan pervasive (PPD-NOS).

Pakar autism  Melly Budhiman mengatakan bahwa sampai saat ini di Indonesia belum pernah ada survey resmi terkait angka pasti kejadian kasus anak dengan autism spectrum disorder.

Mengenal lebih dekat Autism Spectrum Disorder (ASD)

Pada umumnya gejala autism spectrum disorder sudah bisa dideteksi pada usia awal perkembangan anak. Setiap anak yang mengalami autism spectrum disorder memiliki gejala yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya.

Gejala dan tingkat keparahan autism spectrum disorder ini cenderung beragam pada setiap orang. Gejala autism spectrum disorder dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu :

Gangguan interaksi social dan komunikasi

 Gejalanya meliputi kepekaan penggunaan bahasa verbal dan non verbal seperti :


  • ·         Tidak merespon jika setiap kali dipanggil namanya
  • ·         Lebih suka bermain sendiri
  • ·         Tidak suka kontak mata dan menunjukkan ekspresi wajah yang datar
  • ·         Berbicara dengan nada atau ritme yang tidak normal, terkadang ucapanya seperti robot.
  • ·         Sering mengulang kata atau frasa kata demi kata, namun tidak mengerti cara menggunakannya
  • ·         Sulit mencerna pertanyaan atau petunjuk sederhana
  • ·         Tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri
  • ·         Tidak suka dipeluk atau hanya membolehkan dipeluk saat mereka ingin saja
  • ·         Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk kea rah objek tersebut
  • ·         Kesulitan mengenali isyarat non verbal, seperti menafsirkan ekspresi wajah orang lain, postur tubuh, atau nada suaranya.

Gejala kategori yang kedua meliputi pola piker, minat dan perilaku yang terbatas serta bersifat pengulangan seperti;


  • ·         Sering melakukan gerakan berulang, misalnya mengetuk – ngetuk atau meremas tangan serta merasa kesal saat rutinitas tersebut terganggu.
  • ·         Melakukan aktivitas yang bisa melukai dirinya sendiri seperti menggigit – gigit kuku atau membenturkan kepala
  • ·         Memiliki masalah dengan kordinasi atau memiliki pola gerakan aneh, kaku atau berlebihan seperti jalan jinjit
  • ·         Memiliki indra yang sangat sensitive. Misalnya terhadap cahaya, suara atau sentuhan. Namun anak mungkin kurang peka terhadap rasa sakit atau perubahan suhu
  • ·         Anak dengan autism spectrum disorder juga cenderung memiliki masalah dalam belajar dan kondisi kejiwaan lain, misalnya gangguan hiperaktif atau attention deficit hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan kecemasan dan depresi.

Perhatikan perkembangan anak anda, hubungi dokter jika anda menemukan gejala autism Spectrum disorder pada anak anda. Karena perlu anda ketahui bahwa gejala Autism Spectrum Disorder tidak bisa  disembuhkan. Tetapi terdapat banyak penanganan serta pengobatan intensif yang dapat membantu anak anda. Semakin cepat terdeteksi maka penangan pun akan cepat dilakukan. Sayangi anak anda.

Keyword: autism, spectrum, autism spectrum disorder.

Related Post

Load Comments

Subscribe Our Newsletter

close